Friday, June 19, 2009

Jiang Hu Xiao

江湖笑 (ROCH '95) by Emil Chow

jiāng hú xiào

恩怨了ēn yuàn liao

人过招rén guo zhāo

笑藏刀xiào cáng dāo

红尘笑hóng chén xiào

笑寂寥xiào jì liáo

心太高xīn tài gāo

到不了dào bù liao

明月照míng yuè zhào

路迢迢lù tiáo tiáo

人会老rén huì lǎo

心不老xīn bù lǎo

爱不到ài bù dào

放不掉fàng bù diào

忘不了wàng bù liao

你的好nǐ de hǎo

看似花非花kàn sì huā fēi huā

雾非雾wù fēi wù

滔滔江水留不住tāo tāo jiāng shuǐ liú bù zhù

一身嚎情壮志铁傲骨

yī shēn háo qíng zhuàng zhì tiě ào gǔ

原来英雄是孤独yuán lái yīng xióng shì gū dú

江湖笑jiāng hú xiào

爱逍遥ài xiāo yáo

琴豁萧qín huo xiāo

酒来倒jiǔ lái dǎo

仰天笑yǎng tiān xiào

全忘了quán wàng liao

潇酒如风轻飘飘

xiāo jiǔ rú fēng qīng piāo piāo

爱或恨ài huo hèn

都不要doū bù yào


arti:

Dunia persilatan tertawa

Kebaikan dan permusuhan

Yang dihadapi manusia

Di balik senyuman tersembunyi golok

Mentertawakan dunia

Tertawa dalam kesunyian

Hati terlalu tinggi

Tidak sampai

Bayangan rembulan

Jalanan yang panjang

Manusia bisa tua

Hati tidak menjadi tua

Cinta tidak kesampaian

Tidak bisa melepaskan

Tidak bisa melupakan Kebaikanmu

Melihat seperti bunga tapi bukan bunga

Kabut bukan kabut

Gelombang sungai tak bisa ditahan

Berjiwa besar bercita-cita luhur

Memang pahlawan selamanya kesepian

Dunia persilatan tertawa

Cinta yang bebas dan tidak dikekang

Qin pecah dan suram

Arak dituangkan

Memandang ke langit tertawa

Semuanya terlupakan

Dalam dan jernih bagai angin Semilir berkibar

Cinta atau benci

Semuanya tak mau


Thursday, June 11, 2009

Negara Kelima



Judul: Negara Kelima
Pengarang: E.S Ito
Penerbit: Serambi
Tebal buku: 518 hal


Ibu kota Jakarta diguncang pembunuhan berantai kilat, hanya dalam tempo 48 jam 3 orang gadis remaja terbunuh. Pada tubuh salah satu korban ditemukan luka sayatan yg membentuk gambar piramid dengan belahan diagonal pada alasnya. Inspektur Satu Rudi Djatmiko yg menangani kasus ini juga terbunuh beberapa hari kemudian dan luka sayatan yang sama juga terdapat pada tubuhnya. Gambar sayatan ini mengarah kepada satu kelompok yg memang menggunakan simbol tersebut, kelompok teroris yg sedang naik daun dan menyebut dirinya ‘Kelompok Patriotik’, pihak kepolisian menambahkan kata ‘Radikal’ di belakangnya sehingga sering disingkat menjadi KePaRad.

Inspektur Satu Timur Mangkuto, salah satu anggota Detasemen Khusus Anti Teror, menjadi tersangka utama bocornya informasi kepolisian ke pihak KePaRad dan sekaligus tertuduh utama pembunuhan atas Inspektur Rudi yang juga adalah sahabat karibnya. Dalam usahanya menyingkap kebenaran dan membersihkan namanya, Timur Mangkuto menghadapi berbagai kenyataan yg menyulitkan, konspirasi tingkat tinggi di dalam tubuh kepolisian, ilmuwan yg mata duitan sampai kelompok anak muda yg tidak sabar akan kondisi ‘bobrok’ negara Indonesia saat ini dan memilih jalan radikal utk berusaha memperbaikinya. Timur Mangkuto juga harus memeras otak dalam memecahkan teka-teki KePaRad yg melingkupi sajarah awal Nusantara, motif penaklukan Alexander Agung sampai ke misteri tenggelamnya benua Atlantis.

Novel pertama E.S Ito ini bisa dikatakan sangat berani dengan mengambil cerita & latar belakang yg lebih luas ketimbang novel keduanya, Rahasia Meede, walaupun sama-sama berlandaskan sejarah, baik sejarah yg memang terjadi & tercatat maupun yg bersifat teori. Penguasaan akan sejarah & teori yg mendukung ini jelas memperlihatkan persiapan yg cukup matang dari penulis dalam menulis novel ini.

Dari awal cerita sudah terasa alur yg menjanjikan dan mengalir dengan cepat, membuat novel ini memberikan nuansa berbeda dari novel2 karya pengarang dalam negeri lainnya. Hanya sayang novel yg dibangun dengan alur cerita yg baik ini memiliki akhir yg terkesan [imho] dipaksakan sehingga menjadi antiklimaks dari ketegangan & kejutan yg ada di sepanjang cerita. Tapi secara keseluruhan Negara Kelima merupakan novel yg layak baca dan dikoleksi.

Rate: 3,5 of 5

Tuesday, June 9, 2009



Judul: The Conch Bearer - Keong Ajaib
Pengarang: Chitra Banerjee Divakaruni
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal buku: 272 hal


Anand, seorang anak lelaki berusia 12 tahun, tinggal di kota Kolkata bersama ibu dan seorang adik bernama Meera yang mengalami gangguan mental akibat menjadi saksi mata suatu peristiwa pembunuhan. Ditinggal oleh ayahnya yg mencari rejeki ke Timur Tengah namun tidak ada kabar sehingga harus membantu ibunya mencari rejeki dengan menjadi pembantu di kedai teh. Pemilik kedai teh yg bernama Haru memperlakukan Anand dengan sangat buruk. Makian, tamparan dan upah yg sangat rendah hanya sebagian kecil cerita sedih yg dialami Anand, tapi apa boleh buat, keluarganya membutuhkan uang tambahan dan hanya itu yg bisa ia kerjakan selain terus menerus memohon datangnya keajaiban yg dapat memperbaiki keadaan keluarganya.

Segalanya berubah ketika Anand memberikan jatah makan siangnya, yg sebetulnya sangat tidak pantas dimakan, kepada seorang tua yg terlihat kelaparan dan lebih miskin darinya. Orang tua yg kemudian diketahui bernama Abhaydatta tersebut ternyata adalah anggota dari kelompok Persaudaraan Penyembuh yg bertugas membantu orang2 di seluruh dunia dari belakang layar dengan kekuatan magis yg dimiliki oleh para anggotanya. Kelompok ini dibantu oleh sebuah benda ajaib berupa keong yg diyakini dapat memperkuat kemampuan para Penyembuh. Sayangnya keong ini dicuri oleh salah satu dari anggota mereka sendiri yg bernama Surabhanu. Saat bertemu Anand, Abhaydatta baru saja berhasil merebut kembali keong tersebut dan sedang dalam perjalanan kembali ke tempat Persaudaraan di suatu tempat bernama Lembah Perak yg berlokasi di pegunungan Himalaya. Abhaydatta mengajak Anand bergabung dan bertugas sebagai pengecoh apabila Surabhanu & pengikutnya dapat menemukan & berusaha merebut kembali keong ajaib tersebut. Bersama dengan seorang gadis bernama Nisha yg tidak jelas asal-usulnya, mereka bertiga memulai perjalanan dengan misi mengembalikan keong ajaib ke tempat asalnya di Lembah Perak.

Novel fiksi fantasi ini dapat dikategorikan sebagai bacaan anak-anak/ remaja, dapat dilihat dari ukuran font yg digunakan juga pesan-pesan yang terselip di dalamnya. Membaca novel ini serasa membaca cerita Harry Potter digabungkan dengan cerita Lord of the Ring diringkas menjadi sebuah novel 272 halaman. Tokoh Surabhanu dapat dibilang mirip dengan karakter Voldemort di Harry Poter, kisah persaudaraan pembawa keong (Brotherhood of the Conch) ini juga jelas sangat mirip dengan persekutuan pembawa cincin di Lord of the Ring (Fellowship of the Ring).

Pada awalnya tidak ada yg menjanjikan dari novel ini selain penceritaan lokasi-lokasinya yg unik. Mulai dari Kolkata yg hiruk pikuk, kota industri Koila Ganj yg berdebu, melintasi berbagai dataran gersang & sungai liar menuju lembah rahasia di atas pegunungan Himalaya. Namun sejalan dengan bergulirnya cerita ternyata cukup banyak kejutan-kejutan yg diberikan. Masalah yg dihadapi tidak hanya sebatas pertempuran kebaikan melawan kejahatan, tidak hanya sebatas masalah mengembalikan keong ke tempatnya, namun terus bergulir seiring dengan pergulatan batin Anand dalam menentukan pilihan jalan hidupnya bahkan setelah misi terselesaikan. Pilihan antara kemuliaan atau persahabatan juga pilihan meraih cita-cita dari hati yg paling dalam atau kembali ke keluarga yg sangat dicintai merupakan contoh konflik pikiran yg harus dihadapi & dipecahkan oleh Anand sendiri. Dan jelas hal ini bukan pilihan yg mudah, bahkan untuk orang dewasa sekalipun.

Satu kutipan menarik dari kata-kata keong ajaib di penutup cerita, “…semua di alam semesta ini berkaitan. Seperti jalinan jaring laba-laba raksasa, kecuali bahwa jalinannya terbuat dari bahan yg paling indah, seperti benang-benang cahaya yg bernyanyi. Kadang hal-hal buruk -atau hal-hal yg tampak buruk- harus terjadi agar kesalahan-kesalahan di tempat lain bisa diperbaiki atau hal baik lainnya bisa terjadi.”

Catatan tambahan buku ini memenangkan penghargaan Best Children Book of the Year 2003 dari Publishers Weekly.

Rate: 3,75 of 5

Monday, June 8, 2009

Rahasia Meede




Judul: Rahasia Meede - Misteri Harta Karun V.O.C
Pengarang: E.S Ito
Penerbit: Hikmah (Kelompok Mizan)
Tebal buku: 675 hal


Terjadi pembunuhan berantai yg mengguncang Jakarta sebagai pusat pemerintahan Republik Indonesia. Satu per satu korban berjatuhan dan sejauh ini hanya ada 2 hal yg menjadi titik sambung keterkaitan antara satu kejadian dengan kejadian lainnya, nama tempat kejadian dan pesan tertulis yg muncul dari si pembunuh kepada keluarga korban maupun di lokasi kejadian.

Hal yg pertama adalah seluruh korban dibunuh di tempat2 yg berawalan huruf ”B”, mulai dari Bukittinggi di Sumatra Barat sampai di Brussels, Belgia. Hal yg kedua adalah pesan dari si pembunuh yg berisi masing-masing salah satu dari 7 dosa sosial yg dikemukakan oleh Mahatma Gandhi.

Dalam waktu yg hampir bersamaan sekelompok peneliti dari Belanda yg tergabung dalam Yayasan Oud Batavie mencoba mencari & menyingkap cerita tentang De Ondergronse Stad alias kota bawah tanah yg diyakini berada di bawah daerah Kota Tua Jakarta dengan pintu masuk di bawah Museum Sejarah Jakarta.

Kedua cerita tersebut menjadi pembuka novel ini. Dari kejadian-kejadian yg sepertinya tidak berkaitan penulis berhasil menyatukannya menjadi jalinan cerita yg sangat menarik dan penuh kejutan bagi pembacanya.
Di bab-bab awal cerita berloncatan, bukan hanya dari lokasi dan tokoh yg berbeda tapi juga dari jaman yg berbeda, mulai dari jaman penjajahan, perjuangan, pra kemerdekaan sampai ke era modern saat ini. Tapi loncatan-lonacatan ini justru terasa menarik dan menambah daya tarik cerita. Pembaca akan disuguhi berbagai macam latar belakang cerita dengan selipan kejutan2 yg mencengangkan. Wartawan yang sedang memburu berita, peneliti yg mencoba menyingkap sejarah, guru yg mengajar anak-anak kaum marjinal dan seorang buronan yg dicap sebagai dedengkot kelompok teroris hanyalah sebagian dari arus cerita berbeda yg mengalir ke muara yg sama, yakni pencarian harta karun V.O.C.

Beberapa lokasi yg menjadi bagian cerita juga dapat dikatakan sebagai lokasi-lokasi yg ‘tidak biasa’ ditemukan atau kita baca dalam keseharian. Mulai dari Boven Digoel di Papua, pedalaman Mentawai di Sumatera sampai ke perkebunan pala di Kepulauan Banda diceritakan dengan sangat detail dan berhasil memancing imajinasi pembaca, baik dari sisi misteri maupun eksotisme lokasi-lokasi tersebut.

Buku ini juga dapat menjadi buku pelengkap pengetahuan akan sejarah kelam penjajahan Belanda di Indonesia. Banyak cerita menarik yg sulit ditemui dalam buku pelajaran standar kurikulum pendidikan nasional kita. Informasi berlatar belakang sejarah ini dapat menjadi bukti bahwa buku ini digarap bukan asal jadi tapi dengan persiapan yg memadai. Dapat dikatakan E.S Ito berhasil merangkai cerita ini menjadi salah satu novel thriller sejarah yang sangat menarik utk dibaca.

Rate: 4 of 5

Friday, May 22, 2009

Kapal Layar Panca Warna




Judul: Misteri Kapal Layar Pancawarna
Pengarang: Gu Long/ Khu Lung
Penyadur: Gan KL
Penerbit: Pantja Satya, Semarang

Jing-ho Liu Siong, Siang-goan Tio Jit-hong, Pat-sian-kiam Li Jing-hong, Pat-jiu-pio Kim Ta1-hui, nama-nama ini bukan nama sembarangan di rimba persilatan tapi dalam sehari mereka semua tewas di tangan orang yang sama dengan luka yang sama pula, satu garis darah mulai dari kening terus menurun melalui hidung, bibir, tenggorokan hingga dada, garis darah itu tepat di tengah-tengah tubuh mereka. Identitas pembunuhnya tidak jelas, hanya diketahui orang ini mengenakan baju putih dan memiliki ilmu pedang yang mengerikan. Akhirnya datang juga giliran Pek Sam-kong, seorang pendekar kenamaan yang dihormati, untuk disambangi si baju putih (belakangan diistilahkan dg Pek Ih-jin/ manusia berbaju putih). Pertempuran tidak dapat dihindari dan seperti rekan-rekannya yang lain Pek Sam-kong juga harus menelan pil pahit kekalahan, hanya saja sebelum bertarung dia sempat meninggalkan pesan dan tugas kepada delapan orang muridnya. Murid pertama s.d ke tujuh diharuskan berangkat ke tujuh perguruan ternama dan menuntut ilmu di sana, sedangkan murid ke delapan, Oh Put-jiu, justru mendapat tugas yang paling berat. Ia diminta menyelamatkan cucu semata wayang Pek Sam-kong yang bernama Pui Po-giok serta mencari Nahkoda Kapal Layar Panca Warna dengan membawa sepotong ranting yang menunjukan kehebatan ilmu pedang Pek Ih-jin. Hanya Nahkoda Kapal Layar Panca Warna yang diharapkan dapat mencegah badai yang akan menimpa rimba persilatan.

Itulah ringkasan awal kisah pembuka tjersil Misteri Kapal Layar Pancawarna (selanjutnya disingkat MKLP), sebuah tjersil karya Gu Long. Sama seperti kisah Pendekar Binal, tokoh di MKLP juga diceritakan sejak masih kecil dan belum memiliki kemampuan silat yang hebat, hal yang bisa dibilang di luar kebiasaan Gu Long, dimana biasanya tokoh karangannya diceritakan sudah memiliki ilmu yang tinggi sejak awal cerita. Hanya memang proses tokoh utama menjadi pendekar berilmu tinggi di MKLP tidak diceritakan secara detail.

Cerita berjalan sangat menarik, penuh dengan kejadian-kejadian aneh dan misterius khas Gu Long, intrik-intrik terselubung dan persekongkolan yang memancing rasa penasaran, tokoh-tokoh dengan karakter yang tidak kalah menarik, juga tentunya tidak ketinggalan, pertempuran-pertempuran tingkat tinggi. Hanya sayangnya cerita yang sudah dibangun demikian menarik harus diakhiri dengan terlalu singkat, jadi terasa ada yang kurang ketika menutup lembar terakhir cerita ini. Tapi secara keseluruhan MKLP merupakan suatu bacaan menarik dan tergolong wajib bagi penggemar tjersil, terutama bagi penggemar Gu Long.

Rate: 4 of 5